Kibar Belajar: Menghadapi Pressure & Stereotype Negatif

Setelah selama ini anak-anak Kibar denger cerita tentang Putri Tanjung dari Bung Kamto aja, akhirnya orangnya main juga ke Kibar!

Putri bercerita macam-macam! Mulai dari perjalanannya membuat event organizer di usia 15 tahun (fyi, sekarang umurnya 19 tahun), punya ide yang orang-orang gak percaya bakalan bisa diwujudkan bahkan ditolakin sama 30 calon sponsor, stereotype yang ia dapat gara-gara jadi anak seorang Chairul Tanjung, hingga bikin event creator untuk menginspirasi anak muda untuk berkarya, Creativepreneur Event Creator!

Saat tahu bahwa Putri memulai karirnya di umur 15 tahun, satu yang terlintas adalah, kenapa berani untuk memulai di umur yang semuda itu? Padahal, anak-anak lain tuh pas umur segitu lagi sibuk bimbel atau bergaul dengan teman-teman lainnya ya gak sih? Jawaban Putri simpel, “karena ya itu lama-lama udah jadi playground-nya gue. Cara bergaul gue ya dengan mengerjakan projek ini, terus bertemu orang-orang untuk berkolaborasi. ” Tak hanya itu, ia pun menambahkan bahwa semakin muda memulai juga berarti ada banyak waktu untuk trial & error, ada ruang untuk alami kegagalan secepat mungkin dan belajar dari kegagalan tersebut. Fail fast, fail forward.

Jadi inget sama pernyataan bahwa bagi seorang kreator sejati “menciptakan sesuatu dari gak ada jadi ada” itu sangat adiktif! Makin sini, kayaknya hipotesis itu semakin teruji kebenarannya. Makin banyak contoh nyatanya.

Putri pun menceritakan banyaknya pressure dari orang-orang dan juga stereotype yang melekat pada dirinya sebagai anak dari pengusaha ternama, seperti anggapan kalau jadi anak orang kaya kerjanya tinggal ongkang-ongkang kaki saja, dia jadikan semangat untuk membuktikan bahwa ia bisa berdiri sendiri, gak bergantung pada orang tuanya. Hal itu dia akui karena didikan bapaknya dari kecil yang komponen utamanya adalah: kepercayaan. Dari sana, Putri belajar banyak tentang rasa tanggung jawab.

Dalam mendirikan Creativepreneur EC, ia tidak pernah mencari sponsor dari perusahaan orangtuanya. Semuanya murni dari yang ia upayakan sendiri bersama timnya yang kini berjumlah 15 orang.

“Ribet banget emang, waktu SMA sempet di Singapura, jadi Senin sampai Jumat sekolah, weekend terbang ke Jakarta buat meeting dan siapin Creativepreneur. Itu semua harus efektif soalnya bolak-balik Singapura-Jakartanya pakai uang sendiri!”

Pernah suatu waktu, ia stress berat karena butuh uang ratusan juta untuk bayar vendor tapi uang sponsor belum turun, padahal udah ditagihin. “Pagi itu, gue ketok-ketok kamar bapak buat pinjem uang. Tapi ya…gak dikasih, harus cari jalan sendiri ahahaha.”

Lalu, ia menambahkan bahwa itu bukanlah hal terburuk yang pernah terjadi selama ia mengembangkan Creativepreneur, tetapi saat orang ga percaya dengan misi dan konsep yang Putri dan timnya bangun.

“Yup, ditolakin puluhan calon sponsor tuh bikin stres banget, sampai bikin gue mempertanyakan, hal yang gue lakuin ini benar atau enggak ya? Bahkan, Bapak (Chairul Tanjung) aja bilang kalau ini gak akan jalan!”

Namun, hal itu tidak membuat ia berhenti, malah makin berapi-api!

“Begitu acaranya ternyata sukses, gue bilang sama Bapak ‘tuh kan, bisa!'”

Sekarang, ia sedang merencanakan gebrakan selanjutnya dari Creativepreneur di tahun depan, yang konsepnya masih rahasia, tapi kita yakin, pasti bakalan luar biasa dan semua anak Kibar, Kreavi, Kratoon, Ziliun, Gaharu Activation, Ragasukma, TelusuRI, dan FemaleDev siap bantu, deh!